Jumat, 28 Maret 2014

Jihadnya pemuda dizaman modern


Assalamualaikum Wr.Wb.
Bismillahir Rahmanir Rahim, Segala puji serta syukur marilah sama-sama kita panjatkan kehadiirat Ilaahi Robbi, Yang telah memberikan kita berbagai macam Nikmat Iman,islam Serta nikmat sehat wal`afiyat, karna dengan nikmatnya lah kita dapat beraktifitas sehari-hari dalam menjalankan pekerjaan kita. Tak lupa marilah sama-sama kita sanjungkan serta bershalawat kepada seorang yang mulia, yang kemuliaannya di muliakan oleh yang maha mulia, kebesarannya di besarkan oleh yang maha besar, dialah Nabi kita Muhammad SAW, yang telah membawa ummatnya dari Zaman Kebodohan hingga zaman yang serba Modern seperti sekarang Ini.  Semoga allah selalu memberikan kita dalam keberkahan Ilmu,Umur dan harta yang kita miliki. Amiiin.

Baiklah, saya akan awali Artikel di blog ini dengan Judul "JIHADNYA PEMUDA DI ZAMAN MODERN".
Pertanyaan muncul ketika mendengar kata-kata Jihad :
1. Apa itu Jihad ?
2. Apakah dizaman modern seperti sekarang ini masih ada yang berjihad ?
3. Untuk apa kita berjihad ?
4. Apa yang akan kita Jihad kan ?
5. Siapa yang berjihad ?

Menjawab pertanyaan itu semua,yang pertama kita kenali itu, Jihad bukan berarti selalu diartikan dengan berperang, bukan juga melawan musuh-musuh kafir, Jihad berasal dari Bahasa Arab yaitu Jaahada, Yujaahidu, Jihadan, yang artinya sungguh-sungguh, disini saya tidak akan membahas jihad dalam arti perang.
Jadi kalau ada yang bertanya, Apakah dizaman modern seperti sekarang ini masih ada yang berjihad ? jawabanya YA. Kita masih harus berjihad, apalagi dizaman modern seperti sekarang ini,seperti Jihad dari kebodohan, Karna kita Ummat Islam Umumnya dan para Pemuda Khusunya Harus lebih Cerdas dan Pintar dari orang-orang kafir (non muslim) demi tercapainya keagungan serta martabat agama Islam, kita pun kini harus ber Jihad dari kemaksiatan, Karna apa !, coba kita lihat di sekeliling kita, banyak sekali kemaksiatan yang dilakukan dengan terang-terangan, seperti telivisi, kini siaran di media yang satu ini sudah tidak patut lagi di tonton, karna yang disiarkan di media telivisi ini rata-rata di kendalikan oleh orang-orang Yahudi dan nasrani, mulai dari pagi-pagi, kita di jejali oleh tontonan yang membuat kita Lalai dari mengingat allah, yang disajikan mulai dari Musik-musik, Tarian (joged) yang tak bermanfaat, hingga pemberitaan yang meragukan akan hal kebenarannya, oleh karna itu, bukan berarti dizaman Modern ini kita tidak lagi harus berjihad.
Malah pada zaman Nabi Muhammad SAW setelah usai perang, beliau pernah menyampaikan pesan kepada sahabatnya, Bahwa perang yang telah dilalui (perang Badr,uhud) itu merupakan masih tergolong Jihad Sugro (kecil), sahabat pun heran dan bertanya kepada Nabi, Wahai rosulullah lalu Jihad apa yang paling besar itu, Beliau menjawab : Jihad yang paling besar itu ialah Melawan Hawa Nafsu.
Dan apakah kalian tau, bahwa yang dimaksud jihad melawan hawa nafsu itu kini kita hadapi di zaman modern ini, mulai dari gampangnya akses melakukan atau menemukan kemaksiatan, yang selalu ada di sekeliling kita sehari-hari. Jadi wahai para pemuda islam, Marilah sama-sama kita berjihad yang di pesan oleh nabi yaitu jihad melawan hawa nafsu.

Kesimpulannya, kita para pemuda islam khususnya, masih harus berjihad melawan arus modern yang datangya dari barat yang sekarang sudah masuk kenegara kita ini, dan kita para pemuda islam harus lebih kuat lagi, dari segi keimanan,ketaqwaan dan kesabaran melawan arus hawa nafsu yang selalu ada disetiap waktu.


Cara cepat hafal Qur'an dengan metode Husen

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Kalau ngeliat para hafidz-hafidzah ituu, subhanallaah yaa… keren abiis… :O

Mungkin gak ya, kita bisa seperti mereka? :| hm….
Kenapa kita perlu menghafal Al-Qur’an?

Al-Qur’an akan memberi syafaat di hari akhir kelak. Jadi, yang kasih syafaat besok gak cuma Rasulullah, tapi Qur’an juga kasih :)
Kita masuk syurga itu, sesuai tingkat bacaan hafalannya juga lho :O
Kalau kita jadi hafal Al-Qur’an, kita bisa kasih syafaat juga ke orang tua :’) Misal orang tua masuk neraka (na’udzubillaahi min dzaalik – kami berlindung pada Allah swt dari hal tersebut), kita bisa minta siksaan kepada mereka diperingan…
Jika kita hafal Al-Qur’an, insya Allah dunia akan ada di genggaman kita, bukan di hati kita.

Le Tips

Paksa diri berlama-lama dengan Al-Qur’an!
Sediakan waktu khusus untuk hafalan Al-Qur’an. Misal tiap habis tahajud, atau habis Shubuh, atau habis Maghrib, atau tiap di perjalanan pulang/menuju kampus (?)
Banyak menambah aktivitas ibadah kita. Hati yang bersih akan lebih mudah dalam menghafal Al-Qur’an.
Iri dengan orang-orang yang bisa menghafal dengan cepat ToT
Senang dengan tahajud yang panjang…
Banyak mengkhatamkan Al-Qur’an.
Berusaha selalu bersama Al-Qur’an, dimanapun kita berada… dan kudu mengalahkan hawa nafsu!

Untuk tips-tips lainnya, bisa dibaca di blog ini… Ada link ke artikel-artikel lain yang cukup menarik ;)

Saya sendiri, sepertinya masih jauh dari menerapkan tips-tips tersebut T.T Bismillaah, yuk mari berusaha bersama-sama^^
Al Husen Method of Qoran Memorising

Menghafal Qur’an dengan metode Husen ini cukup menarik, menyenangkan, dan memudahkan :D Kita akan menghafal Qur’an dengan menggabungkan kerja otak kanan dan kiri sekaligus. Hafalan Qur’an-nya pakai gambar-gambar dan simbol-simbol yang saling terhubung satu dengan yang lainnya.

Menghafal Qur'an Metode Husen

Untuk demo-nya, kita coba menghafalkan surat Ar-Rahmaan [55]

Hafal Quran metode Husen Surat Ar-Rahmaan

Sekarang, mari kita coba hafalkan surat Ar-Rahmaan ayat 1-13 :D

Hafal Quran metode Hasan surat Ar-Rahmaan 55

Dengan metode ini, insya Allah kita bisa hafal Qur’an sekaligus dengan artinya, karena kita ingat gambarnya^^ Percaya gak percaya, kita juga bisa melafalkan Qur’an dengan urutan mundur, misalnya dari ayat 13, terus ayat 12, 11, 10, dst…

Kalau kita disuruh menyebutkan ayat tentang sesuatu, juga bisa lebih cepat. Misal: Sebutkan ayat yang menerangkan penciptaan manusia! dengan cepat bisa dijawab: ayat ketiga, “khalaqal insaan” :)

Ketiga gambar di atas diambil dari artikel ini.

Untuk susunan lengkap surat Ar-Rahmaan, saya cuma punya yg hitam putih je:

husen method Ar-Rahmaan

Untuk surat-surat yang lain gimana? Ada panduan gambar untuk surat Al-Waqiah gak?
Silakan membuat gambar stepping stone-nya sendiri, karena dengan menggambar dan mengimajinasikan sendiri insyaAllah hafalannya akan lebih nancep di otak :D
Surat Ar-Rahmaan ini ada gambarnya lengkap sebagai panduan demo metode menghafal saja…

Tersedia stepping stone untuk surat-surat lain di Lintas Sahabat Al-Qur’an, di halaman ini. Silakan ikut berpartisipasi :)

Terus, kita bisa jadi seorang hafidz/hafidzah kapan? Silakan hitung sendiri disini ya ;)


Fastabiqul khairaat! Mari berlomba-lomba dalam kebaikan :D

Kiat Menghafal


Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Sebelumnya telah diulas pada website ini tentang modal awal untuk menghafal Al Qur’an. Ringkasnya modal yang harus dimiliki adalah punya motivasi yang kuat untuk menghafal Al Qur’an karena mengingat keutamaanya yang luar biasa. Lalu luruskanlah niat untuk ikhlas pada Allah. Pantangan besar yang harus dijauhi adalah maksiat. Lalu rajin dalam mengulang hafalan. Berikut kami jelaskan bagaimana kiat lebih detailnya.



Pertama: Mulai menghafal dari satu mushaf, tidak berganti-ganti. Karena inilah di antara sebab yang membuat kita cepat lupa. Perlu diketahui bahwa ketika kita telah menghafal satu halaman mushaf, maka kita biasanya akan bergantung dan ingatan kita akan selalu mengarah ke lembaran yang telah kita hafal. Posisi ayat yang telah dihafal akan diketahui di atas, ataukah di bawah, di kanan ataukah di kiri. Sehingga jika kita berganti-ganti mushaf, itu akan menyulitkan kita sendiri. Jadi pilihlah satu mushaf standar untuk hafalan kita seperti mushaf Madinah. Dan lebih bagus lagi memilih yang berukuran kecil agar bisa di bawa ke mana-mana dan mudah ditaruh di saku.

Kedua: Berusaha setiap harinya menetapkan target hafalan, misalnya sebanyak satu atau setengah halaman mushaf, atau mungkin hanya satu ayat setiap harinya, namun rutin dihafal.

Ketiga: Mulai membaca ayat pertama dan diulang sampai 20 kali. Lalu membaca ayat kedua, diulang sampai 20 kali, sampai membaca seluruh ayat dalam setengah halaman dengan pengulangan yang sama. Lalu mengulang ayat dalam setengah halaman tadi secara keseluruhan dengan pengulangan sebanyak 20 kali. Kemudian sisa setengah halaman yang ada dibaca dan dilakukan pengulangan dengan cara yang sama dengan sebelumnya.

Keempat: Jika ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, bacalah hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali. Hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan. Kemudian barulah memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang dilakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

Jika tidak melakukan seperti ini, bila kita hanya rajin menambah hafalan, itu bisa membuat hafalan sebelum-sebelumnya hilang. Jadi rajinlah muroja’ah (mengulang hafalan) daripada menambah hafalan baru atau rajinlah menggabungkan kedua-duanya. Kita bisa terus mengulang seperti ini dalam shalat-shalat sunnah kita seperti dalam shalat rawatib atau shalat tahajud.

Kelima: Setorkan hafalan pada guru atau partner yang bisa membenarkan bacaan jika salah, lebih baik lagi pada para hafizh quran.

Keenam: Pilih waktu terbaik untuk menghafal quran. Misalnya untuk mengulang hafalan adalah di waktu Shubuh, sedangkan menambahnya adalah di malam hari sebelum tidur, lalu disetorkan. Atau bisa pula gunakan waktu antara adzan dan iqomah, atau waktu sebelum atau sesudah shalat lima waktu untuk menambah dan mengulangi hafalan. Waktu-waktu senggang pun ketika berada di antrian, berada di taxi, itu pun bisa diisi dengan hafalan. Keep your time in the useful things ...

Ketujuh: Lebih baik menghafal dari surat An Naas (belakang mushaf) hingga bagian depan karena itu lebih mudah. Jika melakukan seperti ini, kita akan mulai menghafal dari ayat-ayat yang pendek dan mudah diingat. Apalagi kita akan sering mendengar ayat-ayat yang berada di belakang mushaf karena imam masjid seringnya membaca surat-surat pendek sehingga hal ini akan mudah mengokohkan hafalan kita.

Kedelapan: Menetapkan waktu untuk muroja’ah (mengulang hafalan). Misalnya satu hari punya target menambah hafalan sebanyak 1 halaman, sedangkan muroja’ah sebanyak 4 halaman s/d 1 juz. Ini bertujuan agar hafalan yang telah lalu tetap terus terjaga dan kita bisa kontinu untuk menambah hafalan baru. Lalu tetapkan waktu pula misalnya jika kita telah menghafal 5 juz Al Qur’an, maka tetapkan waktu selama 2 minggu untuk mengulang 5 juz itu saja, lalu setelah itu baru menambah hafalan yang baru. Intinya, jangan terburu-buru menambah hafalan sebelum mengulang hafalan yang telah ada.

Kesembilan: Setiap yang menghafalkan Al Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal Al Qur’an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena menghafal Al Qur’an merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orang yang dikaruniai Allah Ta’ala.

Akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba- Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
 “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar: 17).

Semoga Allah menjadikan kita menjadi ahli Al Qur’an, mudah menghafal dan mentadaburinya.


Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
 

© 2013 PPAttaqwa. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top